![]() |
Kompetensi Dasar
· Mengidentifikasi teori atom Modern
· Menjelaskan tegangan, arus dan tahanan
listrik
· Menjelaskan sifat-sifat beban listrik
yang bersifat resistif, kapasitif dan
induktif
pada rangkaian arus searah dan bolak-balik
· Menggunakan hukum-hukum rangkaian listrik
arus searah
A. Teori atom modern
Atom adalah pertikel terkecil dari sebuah molekul
yang masih memiliki sifat dari molekul tersebut. Teori atom Rutherford-Bohr
menyatakan bahwa atom tersusun atas inti
atom dan elektron. Inti atom tersusun atas proton yang bermuatan listrik
positif dan neotron yang tidak bermuatan listrik. Elektron

B. TEGANGAN, ARUS DAN TAHANAN LITRIK
Tegangan listrik adalah gaya listrik yang mendorong muatan listrik mengalir dalam
rangkaian. Besarnya tegangan
didefinisikan sebagai energi per muatan listrik, dinyatakan dengan

V: tegangan,
dalam satuan Volt
W: energi, dalam
satuan Joule
Q: muatan listrik, dalam satuan Coulomb

Gambar 1. 1Gerakan elektron dalam konduktor dan
isolator
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir setiap waktu,
dinyatakan dengan:

I: arus listrik, dalam
astaun Amper
t: waktu, detik
Jika rangkaian listrik
diidentikkan dengan instalasi air, maka tegangan listrik identik dengan tekanan
air yang dihasilkan oleh pompa. Arus
listrik identik dengan debit air atau banyaknya air yang mengalir setiap satuan
waktu. Muatan listrik identik dengan air.

Gambar 1. 2 Definisi
arus listrik 1 Amper
Tahanan memberikan perlawanan terhadap arus listrik. Dalam rangkaian
listrik tahanan berguna untuk mengatur besarnya tegangan atau arus dalam
rangkaiantersebut. Tahanan sebuah
penghantar berbanding lurus dengan panjang
dan tahanan jenisnya, berbanding terbalik dengan luas
penampang. Semakin panjang penghantarnya maka tahanannya
semakin besar, sebaliknya semakin besar ukuran luas penampang penghantar maka tahanannya
semakin kecil.

L: panjang konduktor, meter
r: tahanan jenis,
Ohm.meter/mm2
A: luas penampang konduktor, mm2
Bahan yang mudah menghantarkan
listrik disebut konduktor. Konduktor
memiliki tahanan jenis yang kecil.
Contoh konduktor adalah tembaga, perak, emas, besi. Hampir semua jenis logam
adalah penghantar. Bahan yang tidak mudah menghantarkan listrik disebut
isolator. Isolator memiliki tahanan jenis yang besar. Contoh isolator adalah
kayu, kaca, proselin, plastik dan karet.
Arus listrik mengalir dalam rangkaian yang tertutup.
Hubungan antara tegangan, arus dan tahanan dinyatakan dengan Hukum Ohm :
tegangan sama dengan arus kali tahanan,
V = I x R ………………………………………………………………………………………………(4)
Dalam rangkaian tertutup arus listrik mengalir dari titik
bertegangan positip ke titik bertegangan negatip, sebaliknya elektron mengalir
dari titik bertegangan negatif ke titik bertegangan positif. Tanda panah pada gambar 1.3 menunjukkan arah aliran elektron.

Gambar 1. 3 Rangkaian
listrik tertutup
C. DAYA LISTRIK
Daya listrik didefinisikan sebagai besarnya energi per satuan waktu.

P: daya listrik, dalam
satuan Watt atau Joule/detik
Persamaan (5) dapat dikembangkan lagi 

P = V x I ………………………………………………………………………………………………(6)
Jika persamaan (4) disubstitusikan ke persamaan (6), akan
diperoleh


Berdasarkan persamaan (7) dapat
dinyatakan bahwa daya listrik berbading lurus dengan kuadrat arus, sedangkan
dari persamaan (8) dapat dinyatakan bahwa daya listrik berbading lurus dengan
kuadrat tegangan.
Contoh Kasus.1
Sebuah lampu pijar 40W/220 Volt. Berapa tahanan lampu tersebut? Berapa dayanya jika diberi tegangan 440 Volt?
Solusi
Tahanan lampu
bisa dihitung dari persmaan (8)

Jika diberi
tegangan 440 Volt, maka dayanya dihitung menggunakan persamaan (8):

[Tegangan
dilipatkan dua kali, maka dayanya berlipat ..... kali]
D. RANGKAIANA SERI-PARALEL TAHANAN

Gambar 1. 4 Rangkaian
seri tahanan
Gambar 1.4 menunjukkan empat buah tahanan yang
dihubung seri. Setiap tahanan dialiri
arus yang sama. Tegangan pada
masing-masing tahanan dihitung dengan arus dikali dengan tahanan masing-masing
tahanan.
ER1 = I. R1 ; ER2 = I.R2 ; ... ERn = I.Rn
Tegangan keseluruhan:
EAB = ER1 + ER2 + ... + ERn
= I. R1 + I.R2 + ... + I.Rn
=
I(R1 + R2 + ... + Rn )
EAB = I.Rt
Rt = R1 + R2 + ... + Rn ……………………………………………………………………(9)
Tahanan total dari beberapa tahanan yang dihubung seri sama dengan
jumlah tahanan seluruh
tahanan, Rt = S R.

Gambar 1. 5 Rangkaian
paralel tahanan
Rangkaian
paralel tahanan ditunjukkan pada gambar 1.5. Setiap tahanan langsung terhubung ke titik yang sama yakni A
dan B. Jika bateray dipasang pada titik A – B, maka setiap tahanan akan
mendapat tegan sebesar EAB.
Arus pada masing-masing tahanan
dapat dihitung dengan :

EAB = ER1 = ER2 = ... = ERn
IT = I1 + I2 + I3 + ... + In


Studi Kasus-1

Gambar 1. 6 Rangkaian
seri tahanan untuk Kasus-1
Berapa tahanan total RAB dan RPQ pada
rangkaian tahanan gambar 1.6?
Studi Kasus-2

Gambar 1. 7 Rangkaian
paralel tahanan untuk Kasus-2
Berapa RAB dan RPQ ?
Studi Kasus-3

Gambar 1. 8 Rangkaian
seri-paralel tahanan untuk kasus-3
a) Berapa
tahanan ekivalen antara titik A dan B?
b) Berapa
tahanan ekivalen antara titik C dan D?
[masalah
ini tidak bisa diselesaikan menggunakan konsep seri-paralel, tetapi harus
menggunan TRANSFORMASI bintang-segitiga]
E. TRANSFORMASI BINTANG-SEGITIGA
Dalam
kasus tertentu seperti pada kasus-3.b,
kadang tiga buah tahanan yang dihubung bintang harus dicari rangkaian segitiga
ekivalennya, atau sebaliknya.

Gambar 1. 9 Tiga
tahanan dalam hubungan setiga dan Bintang
Tiga
buah tahanan dalam hubungan segitiga R1, R2 dan R3 harus dicari rangkaian
ekivalennya dalam hubungan bintang RP , RQ dan RR.



Jika (ii) dikurangi (iii)

Jika (i) ditambah (iv)

Jadi untuk transformasi
dari segitiga ke bintang: Tahanan bintang = (tahanan yang mengapit dikalikan,
hasilnya dibagi dengan jumlah seluruh resistnansi segitiga)
Transformasi
Segitiga-Bintang:



Sementara
untuk melakukan transformasi dari bintang ke segitiga, digunakan persamaan sebagai berikut:
Transformasi bintang ke segitiga:



RR adalah tahanan yang bersebarangan dengan R1
RQ adalah tahanan yang bersebarangan dengan R2
RP adalah tahanan yang bersebarangan dengan R3
Contoh Kasus-2


Gambar 1. 10 Menyederhanakan
rangkaian tahanan menggunakan transformasi segitiga-bintang
RCD dapat dihitung sebagai berikut:
·
RP , RQ , RR
hubungan bintang ditransformasi
menjadi segitiga Rx, Ry, Rz
·
Rx paralel dengan R1 è Rx1
·
RY paralel dengan R2 è Ry2
·
Rz paralel dengan R3 è Rz3
·
Ry2 dan Rz3 seri è Rxy
·
Rxy paralel dengan R1 è RCD.
Studi Kasus-5

1. Apakah
rangkaian tersebut bekerja normal?
2. Jika
Voltmeter menunjuk 0,0 Volt dan Amper meter menunjuk 1.500 mA, apa penyebabnya?
3. Jika
Ampermeter menunjuk 3.000 mA dan Voltmeter menunjuk 18 Volt, apa penyebabnya?
Studi Kasus-6

Gambar 1. 12 Rangkaian
tahanan untuk studi kasus-6
1. Jika
Bateray dilepas, berapa tahanan ekivalen antara titik A-C dan B-D?
2. Jika
bateray dipasang, berapa arus pada R-15W?
3. Jika
bateray dipasang, berapa tegangan EBD?
Studi Kasus-7

Gambar 1. 13 Rangkaian
tahanan untuk studi kasus-7
Berapa
tahanan Rx pada rangkaian gambar
1.13 agar Voltmeter menunjuk nol Volt?
Petunjuk:
·
Voltmeter menujuk nol jika VA = VB
·


·


·


·


·


·


F. ARUS BOLAK-BALIK (ALTERNATING CURRENT)
Bateray, accumulator (aki) dan
sel surya menghasilkan tegangan dan arus searah. Sedangkan generator listrik
menghasilkan arus dan tegangan bolak-balik.
Tegangan bolak-balik yang dihasilkan oleh generator listrik dinyatakan dengan
persamaan:
e = Em. Sin (w.t)……………………………………………………………………………………(13)
e : tegangan sesaat, dalam satuan Volt
Em: tegangan maksimum
w : frekuensi (radian per detik) w = 2..f.t,
dimana f adalah
frekuensi dalam Hertz.

Gambar 1. 14 Gelombang
tegangan bolak-balik
Dalam rangkaian elektronika, arus
dan tegangan bolak-balik selain sinusioda ada juga yang kurvanya berbentuk
kotak, segitiga, gigi gergaji, dan sinyal tidak periodik. Sinyal adalah istilah
yang digunakan untuk menyebut tegangan atau arus yang kecil dalam rangkaian
elektronika.

Gambar 1. 15 Macam-macam
sinyal non sinusioda
a. Arus Dan Tegangan Pada Tahanan
Baik dalam rangkaian arus searah maupun arus bolak-balik hubungan
antara arus dan tegangan dalam sebuah tahanan dinyatakan dengan persamaan:
V = I x R
……………………………………………………………………………………………(14)

Gambar 1. 16 Arus
dan tegangan bolak-balik dalam sebuah tahanan
Dalam rangkaian arus bolak-balik sinusioda , arus dan
tegangan berubah bersamaan. Jika arus dan tegangan dinyatakan dengan vektor,
maka kedua vektor mempunyai arah yang sama. Oleh karena itu dalam rangkaian tahanan
arus dan tegangan dikatakan sefasa. Artinya berubah bersama-sama.
Tahanan tidak bisa menyimpan energi. Energi listrik yang mengalir ke tahanan
diubah menjadi panas (kalor).
b. Arus Dan Tegangan Pada Kapasitor

Gambar 1. 17 Konstruksi
kapasitor dan proses penyimpanan energi di dalam kapasitor
Kapasitor pada prinsipnya adalah dua keping logam yang dipisahkan dengan
sebuah dielektrikum atau isolator.
Muatan listrik atau arus listrik tidak bisa menembuh dielektrikum. Jika
sebuah kapasitor dihubung ke sumber tegangan searah (DC), maka kutub positif
bateray akan menarik elektron dari pelat A (lihat gambar 1.17), sedangkan kutub
positif bateray akan mendorong elektron ke pelat kapasitor B. Akibatnya pelat A
kekurangan elektron sehingga bermuatan listrik positif, pelat B kelebihan
elektron sehingga bermuatan listrik negatif. Kedua muatan tersebut tetap
tinggal pada pelat-pelat kapasitor meskipun bateray sudah di lepas. Muatan
listrik yang terkonsentrasi pada dua pelat yang terpisah tersebut menimbulkan
beda potensial (tegangan listrik) antara kedua pelat. Jika kemudian kedua pelat
saling dihubungkan dengan seutas kabel maka elektron dari pelat B akan
berpindah ke pelat A sehingga kedua pelat menjadi netral. Adanya loncatan
elektron ini ditunjukkan dengan percikan bunga api. Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa kapasitor dapat menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.

Gambar 1. 18 Pengisian
dan pengosongan kapasitor pada rangkaian DC
Tegangan yang timbul dalam sebuah kapasitor dinyatakan dengan persamaan:

C: kapasitansi kapasitor, dalam satuan Farad
I : arus yang mengalir, dalam satuan Amper
Kapasitor yang dialiri arus
identik dengan gelas yang dituangi air. Tegangan yang muncul pada kapasitor
merupakan akumulasi (jumlah atau
integral) dari muatan listrik yang masuk ke kapasitor. Tegangan pada
kapasitor yang dialiri arus berbanding terbalik dengan kapasitansi kapasitor,
artinya semakin besar kapasitansinya maka memerlukan waktu yang lebih lama
untuk mencapai tegangan yang diinginkan.
Jika kapasitor dihubungkan dengan sumber
tegangan DC, maka arus pengisian akan berhenti setelah kapasitor terisi penuh
dengan muatan listrik. Waktu untuk
mengisi kapasitor mencapai muatan penuh ini disebut dengan konstanta waktu (t). Tegangan kapasitor dan konstanta waktu
rangkaian RC dinyatakan dengan:

t = R.C ………………………………………………………………………………………………(17)
Semakin besar
tahanan R, maka arus pengisian menjadi kecil sehingga memerlukan waktu lebih
lama untuk mengisi penuh kapasitor. Semakin besar kapasitor, waktu pengisian
juga lebih lama.

Gambar 1. 19 Kurva
tegangan dan arus sinosiuda dalam kapasitor
Jika kapasitor dialiri arus bolak-balik sinusioda i = Im. Sin(w.t), dengan menggunakan persamaan (10) maka akan
diperoleh persamaan tegangan:
VC = Vm
.Cos(w.t). Artinya sudut fasa antara arus dan
tegangan sebesar 90°, dimana arus
mendahului tegangan seperti ditunjukkan pada gambar 1.9.
c. Arus Dan Tegangan Pada Induktor


(a) (b)
Gambar 1. 20 (a)
Konstruksi induktor; (b) induksi tegangan oleh perubahan magnet
Induktor adalah sebuah kumparan,
pada umumnya diberi inti dari bahan yang mudah menjadi magnet. Menurut hukum Farady, jika sebuah kumparan
berada dalam medan magnet yang berubah maka kumparan akan menghasilkan
tegangan. Arus listrik pada induktor menimbulkan medan magnet. Ketika arus yang
mengalir berubah maka medan magnetnya juga berubah. Artinya jika arus yang
mengalir pada induktor adalah arus bolak balik maka pada induktor akan dihasilkan tegangan.

Gambar 1. 21 Proses penyimpanan dan mengosongan energi
pada induktor
Perhatikan gambar 1.21: Pada saat saklar ditutup arus
mengalir dari sumber ke induktor dan ke tahanan. Arus pada induktor menghasilkan
medan magnet. Ketika arus diputus (saklar dibuka), maka secara tiba-tiba medan
magnet hilang, jadi ada perubahan medan magnet. Akibatnya
kumparan menghasilkan tegangan dan mengalirkan energinya ke tahanan. Jadi kumparan dapat menyimpan energi listrik
melalui medan magnet. Oleh karena itu kumparan juga disebut induktor karena
menginduksikan tegangan.
Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh induktor berbanding lurus dengan koefisien induktansi
dan besarnya perubahan arus pada induktor:

L: koefisiensi induktansi, dalam
satuan Henry

Gambar 1. 22 Kurva arus dan tegangan dalam
sebuah induktor
Jika arusnya adalah arus sinusioda
: i = Im. Sin(w.t) maka
, sehingga
. Kurva arus dan
tegangan dalam induktor ditunjukkan pada gambar 1.22. Terlihat dengan jelas
bahwa arusnya tertinggal 90°
di belakang tegangan.


G. RANGKAIAN SERI-PARALEL KAPASITOR dan induktor
Kapasitot dihubung paralel maka kapasitansinya
menjadi besar
Kapasitor dihubung bseri maka kapasitansinya
menjadi kecil
Beberapa kapasitor dihubung Paralel
Ct = C1 + C2 +... + Cn è Ct
=SC ……………………………………………………… (19)
Beberapa kapsitor dihubung Seri:


RANGKAIAN SERI-PARALEL INDUKTOR
Induktor diparalel maka
induktansinya menjadi kecil
Induktor diseri maka indktansinya menjadi besar
Bebera induktor dihubung Seri
Lt = L1 + L2 +... + Ln è Lt
=SL
…………………………………………… (21)
Bebera Nduktor Dihubung Paralel: :


ARUS PADA KAPASITOR
MENDAHULUI TEGANGAN DENGAN SUDUT PHASA 90°
ARUS PADA INDUKTOR
TERTINGGAL DARI TEGANGAN DENGAN SUDUT
PHASA 90°
KAPASITOR MENYIMPAN ENERGI
LISTRIK DALAM BENTUK MUATAN LISTRIK
INDUKTOR MENYIMPAN ENERGI
LISTRIK DALAM BENTUK MEDAN MAGNET
H. HUKUM RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)
HUKUM OHM: ARUS DAN TEGANGAN
Tegangan pada sebuah tahanan
yang dialiri arus dinyatakan dengan:

HUKUM KIRCHOFF PERTAMA:
Jumlah arus yang menuju
titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik cabang tersebut.
Jika arus yang menuju
titik cabang diberi notasi positif dan yang meninggalkan diberi notasi negatif,
maka jumlah arus pada sebuah titik
cabang sama dengan nol.

HUKUM KIRCHOFF KEDUA:
Dalam sebuah rangkaian
tertutup, jumlah tegangan-tegangan sama dengan jumlah arus kali tahanan.


Gambar 1. 23 Rangkaian seri untuk contoh kasus 2
Contoh Kasus 2
Rangkaian yang ditunjukkan pada gambar 1.23 terdiri
atas sebuah bateray dan empat buah tahanan yang dihubung seri. Karena keempat tahanan
dihubung seri maka arus yang mengalir pada keempat tahanan tersebut besarnya
sama.
Menurut Hukum Ohm, tegangan masing-masing tahanan dinyatakan
dengan:
V1 = I.R1
V2 = I.R2
V3 = I.R3
V4 = I.R4
Menurut Hukum
Kirchoff Kedua: V = I.R1 + I.R2 + I.R3
+ I.R4 = I.(R1 + R2
+ R3 + R4)
Dalam rangkaian ini tidak ada titik cabang karena hanya
terdiri atas sebuah rangkaian tertutup.
Contoh Kasus 3
Rangkaian berikut terdiri atas
enam buah tahanan dan dua buah bateray. Rangkaian ini terdiri atas tiga buah
rangkaian.

Gambar 1. 24 Rangkaian
listrik untuk contoh kasus 3
Analisis menurut Hukum Kirchoff Kedua: SV = S(I.R)
Rangkaian pertama :
R1 dialiri I1 , R4 dialiri
arus (I1 - I2)
è I2 pada R4 diberi tanda negatif karena melawan arah I1.
Pada rangkaian pertama, arah arus positif adalah I1. Rangkaian
pertama memiliki dua bateray V1
dan V2
V1 - V2
= I1 . R1 + (I1 - I2).R4 è V1 - V2 =
I1.(R1 + R4)
- I2.R4
...................(i)
Rangakain kedua :
R4 dialiri arus (I2 - I1);
R2 dialiri arus I2
dan R5 dialiri arus (I2
- I3) è Pada rangkaian kedua, arah arus positif adalah I2.
Rangkaian kedua hanya memiliki sebuah bateray yakni V2 .
V2
= (I2 - I1).
R4 + I2.R2 + (I2
- I3).R5
V2 = - I1 R4 + I2 (R2 + R4 +R5) - I3.R5 ................…………………………………… (ii)
Rangkaian ketiga :
R5 dialiri arus (I3
- I2);
R3 dialiri arus I3;
R6 dialiri arus I3.
Rangkaian ketiga sama sekali tidak memiliki bateray.
0 = (I3 -
I2).R5 + I3.R3 + I3.R6
0 = - I2.R5 + I3(R3 + R5 + R6) ………………………………………………………………
(iii)
Catat: pada gambar tersebut terdapat dua macam notasi untuk
arus. Arus I1 , I2
dan I3 (ditulis dengan huruf kapital) menyatakan arus
lingkaran. Arus i1, i2
dan i3 (ditulis dengan huruf kecil) menyatakan arus cabang.
Kaitan antara arus cabang dan arus lingkaran adalah sebagai
berikut (Perhatikan gambar):
i1 = I1
; i2 = i4 = I6; i5 = I3;
i3 = (I1 - I2); i6 = (I2 - I3)
Analisis menurut Hukum Kirchoff Pertama: S i = 0
Arus pada titik cabang P: i1 = i2 + i3
Arus pada titik cabang Q: i4 = i5 + i6
Contoh Kasus 4
Misal tahanan dan bateray pada rangkaian gambar 1.14 bernilai sebagai
berikut:
R1 = 2W; R2 = 4W; R3 = 10W; R4 = 4W; R5 = 4W; R6 = 6W
V1 = 12 Volt; V2 = 10 Volt
Hitung
Arus lingkaran I1 , I2 dan I3
Arus cabang i1 , i2 ,
i3
Tegangan antara titik cabang P dan Q
Solusi
Masukkan nilai tahanan dan tegangan bateray ke persamaan
(i), (ii) dan (iii):
V1
- V2 = I1.(R1 + R4) - I2.R4
12 - 10 = I1.(2 + 4) - I2.4
2
= 6I1 - 4.I2 è 2 =
6.I1 - 4I2 + 0.I3 ………………… (iv)
V2 = -
I1 R4 + I2 (R2
+ R4 +R5) - I3.R5
10 = - I1.4 + I2 (4 + 4 + 4) - I3.4
10 = - 4.I1
+ 12.I2 -
4.I3 è
10 = - 4.I1 + 12.I2 -
4.I3 ……………… (v)
0 = - I2.R5 + I3(R3 + R5 + R6)
0 = - I2 .4 + I3(10 + 5 + 5)
0 = - 4.I2 + 20.I3 è 0 =
0.I1 - 4.I2 + 20.I3 ……………… (vi)
Gunakan teori eleiminasi untuk menghilangan I1 dari (iv) dan (v):
x 2 è 4 = 12 I1 -
4 I2 + 0 I3
x3 è 30 = - 12 I1
+ 36 I2 - 12 I3
34 = 0. I1 + 32 I2 -
12 I3 …………………………………………………… (vii)
Gunakan teori eleiminasi untuk menghilangkan I2 dari (vi) dan (vii):
x8 è 0 = 0 I1 -
32 I2 + 160 I3
x1 è34 = 0 I1 + 32 I2 - 12 I3
34 = 148 I3 è I3
= 34/148 = 0,22973 A
Substitusikan I3
ke (vi) è 0 = - 4 I2
+ 20 (0,22973)
4I2 = 4,5946
è I2
= 1,1487
A
Substitusikan I2
ke (iv) è 2 =
6.I1 - 4 (1,1487)
2
= 6 I1 - 4,5948
6 I1 = 2 + 4,5948 è I1
= 1,0991
Amper.
Arus cabang:
i1 = I1 è i1 = 1,0991 Amper
i2 = I2 è i2 = 1,1487 Amper
i3 = I1 - I2 è i3 = -
0,0496
Amper
i4 = I2 è
i4 = 1,1487 Amper
i5 = I3 è
i5 = 0,2297 Amper
i6 = I2 - I3 è i6
= 0,91897
Amper
Tegangan antara titik P dan Q è VPQ
= i2 .R2 =
1,1487 x 4
VPQ = 4,5948
Volt
Studi Kasus 8
|

Gambar 1. 25
I. HUKUM-HUKUM RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK
a. Rangkaian RC Dan RL
Dalam analisis rangkaian arus
bolak-balik sinusioda, tahanan , reaktansi kapasitif dan reaktansi induktif
adalah besaran pasor (vektor, memiliki amplitudo dan arah). Jika f adalah
frekuensi (Hertz) maka reaktansi kapasitif didefinisikan sebagai:




(a) Rangkaian RC (b) Rangkaian RL
Gambar 1. 26 Segitiga
impedansi rangkaian seri RC dan RL
Tahanan mempunyai arah 0°,
sedangkan reaktansi kapasityif XC
mempunyai arah –j atau –90° .
Jika R dan C dihubung seri maka impedansinya ( Z ) dinyatakan dengan
Rangakian RC

Rangkaian RL

Sudut antara vektor R dan vektor
XC disebut sudut phasa j.
Sudut phasa dihitung dengan
Rangakian RC


Rangkaian RL


Persamaan tegangan
dalam rangkaian seri RC dinyatakan dengan:
VS = I. Z
= I( R - jXC)
VS = I.R - jI.XC …………………………………………………………………………… (32)
VS : tegangan sumber
VR = I.R : tegangan pada resistor, arah
vektornya sama dengan vektor arus
VC = I.XC :
tegangan pada kapasitor, arahnya tertinggal 90° dari vektor arus
Persamaan tegangan
dalam rangkaian seri RL dinyatakan dengan:
VS = I. Z
= I( R + jxL)
Vs = I.R + jI.XL …………………………………………………………………………… (33)
VS : tegangan sumber
VR
= I.R : tegangan pada resistor, arah vektornya sama dengan vektor arus
VL = I.XL : tegangan pada
induktor, arahnya mendahului 90° dari vektor arus
Contoh Kasus

Gambar 1. 27
Jika rangkaian RC pada gambar 1.27 dialir arus sinusioda 0,2 mA, hitung tegangan
sumber dan sudut phasa. Gambarkan vektor impedansi.
Solusi
·
Reaktansi kapasitif: 

·
Impedansi: 

·
Sudut phasa: j = 

·
Tegangan sumber VS = I. Z = 0,2 x 10-3x18.802 =3,7604 Volt
b. Paralel R-C
Harus diingat bahwa arus pada resistor
sepasa dengan tegangan, arus pada kapasitor mendahului tegangan dengan sudut phasa 90°.

Gambar 1. 28
Jika resistor diparalel dengan kapasitor,
maka impedansinya adalah

Cara lain yang lebih mudah
adalah dengan menghitung arus pada masing-masing cabang dan arus total. Dalam
hubungan paralel, arus total sama dengan jumlah arus pada masing-masing cabang.



Bandingkan dengan rangkaian seri j = tan-1
.

Studi Kasus
Hitung impedansi total, arus pada
R, C dan arus total serta sudut phasa, jika
R = 100kW dan Xc
= 50W
Solusi:
·
Impedansi
44,72
kW

·
Arus pada resistor 

·
Arus pada kapasitor 

·
Arus total
11,2 x 10-5 Amper

·
Impedansi bisa juga dihitung dari
0,4472
x 105 =44,72 kW

·
Sudut phasa
63,46712

deposit via pulsa bersama bolavita
BalasHapus